Saat kamu sedang menikmati makan, tiba-tiba saja terasa perih di bagian dalam mulut. Hal itu bisa terjadi akibat munculnya sariawan di gusi. Meskipun terlihat kecil, sariawan pada gusi bisa sangat mengganggu aktivitas harianmu, terutama saat makan, minum, atau menyikat gigi. Apalagi jika disertai dengan gusi bengkak dan sariawan, yang membuat mulutmu terasa tidak nyaman sepanjang hari.
Sariawan pada gusi bukanlah hal yang jarang terjadi. Banyak orang mengalami keluhan serupa, tetapi tidak semua tahu apa penyebab pastinya dan bagaimana cara mengatasinya dengan benar. Jika kamu termasuk yang sering mengalami gusi bengkak dan sariawan, mungkin sudah saatnya kamu memahami lebih dalam tentang kondisi ini. Dengan begitu, kamu bisa mengambil langkah yang tepat untuk mengurangi rasa sakit sekaligus mencegahnya datang kembali.
Kenali Penyebab Sariawan pada Gusi agar Kamu Bisa Waspada
Sariawan pada gusi bisa muncul karena banyak faktor. Salah satu penyebab yang paling umum adalah luka kecil akibat menyikat gigi terlalu keras, atau menggunakan sikat gigi dengan bulu yang kasar. Luka tersebut bisa berubah menjadi sariawan karena terpapar bakteri atau iritasi dari makanan pedas dan asam.
Selain itu, kekurangan vitamin, seperti vitamin B12, vitamin C, dan zat besi, juga bisa menjadi penyebab munculnya sariawan. Kalau kamu jarang mengonsumsi sayur dan buah segar, kemungkinan besar tubuhmu kekurangan nutrisi penting ini. Akibatnya, daya tahan tubuh di area mulut menurun dan gusi menjadi lebih rentan terhadap infeksi kecil yang kemudian berkembang menjadi sariawan.
Stres juga bisa jadi biang keladi. Tanpa kamu sadari, tekanan mental yang berlarut-larut bisa memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kondisi mulut. Sistem kekebalan tubuh melemah dan membuat jaringan lunak di dalam mulut, termasuk gusi, menjadi lebih sensitif dan mudah terluka.
Faktor lainnya termasuk gangguan hormonal, alergi terhadap makanan tertentu, infeksi virus, hingga reaksi terhadap pasta gigi atau obat kumur yang mengandung zat iritan seperti sodium lauryl sulfate. Jadi, penyebab sariawan pada gusi tidak selalu satu hal, melainkan bisa berasal dari kombinasi beberapa faktor yang saling memicu.
Gejala Sariawan pada Gusi yang Perlu Kamu Perhatikan
Sebelum sariawan terlihat jelas, biasanya kamu akan mrasakan sensasi terbakar atau perih di satu titik di gusi. Setelah itu, akan muncul luka kecil berwarna putih atau kekuningan dengan tepian kemerahan. Sariawan bisa muncul sendiri atau lebih dari satu dalam satu waktu, tergantung seberapa parah peradangan yang terjadi.
Kondisi ini bisa semakin menyakitkan jika kamu memaksakan diri untuk makan makanan pedas, asam, atau keras. Bahkan menyikat gigi pun bisa terasa menyiksa jika sariawan berada di bagian gusi yang sering terkena bulu sikat. Bila sudah begitu, bukan cuma aktivitas makan yang terganggu, tetapi juga kesehatan mulut secara keseluruhan.
Cara Mengatasi Sariawan pada Gusi Secara Alami dan Medis
Untuk mengatasi sariawan pada gusi, langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah menjaga kebersihan mulut. Gunakan sikat gigi dengan bulu yang lembut dan jangan terburu-buru saat menyikat. Hindari menggosok gigi terlalu keras, agar gusi tidak bertambah parah iritasinya. Bila perlu, kamu bisa mengganti pasta gigi dengan produk yang tidak mengandung sodium lauryl sulfate.
Berikutnya, kamu bisa berkumur dengan air garam hangat. Caranya, larutkan saja setengah sendok teh garam ke dalam sgelas air hangat, lalu gunakan berkumur selama beberapa detik. Cara ini nyatanya mampu membantu membunuh bakteri dan meredakan peradangan di area sariawan. Selain itu, kamu juga bisa mencoba madu murni, karena madu memiliki sifat antibakteri dan bisa mempercepat penyembuhan luka.
Untuk kasus sariawan yang cukup parah dan tak kunjung sembuh setelah beberapa hari, kamu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter gigi. Dokter mungkin akan meresepkan salep atau obat topikal yang mengandung kortikosteroid ringan untuk mengurangi peradangan, atau obat antiseptik untuk mencegah infeksi lebih lanjut. Obat kumur khusus yang mengandung chlorhexidine juga bisa membantu mempercepat proses penyembuhan.
Jangan lupa, perhatikan juga asupan nutrisimu. Perbanyak makanan yang kaya vitamin C seperti jeruk, kiwi, atau tomat, serta konsumsi sayuran hijau yang mengandung zat besi dan vitamin B12. Kalau perlu, kamu bisa mengonsumsi suplemen sesuai anjuran dokter.
Pencegahan agar Sariawan Tidak Datang Lagi
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Agar kamu tidak terus-terusan berurusan dengan sariawan pada gusi, ada baiknya kamu mulai membentuk kebiasaan yang mendukung kesehatan mulut. Selain menyikat gigi dua kali sehari, kamu bisa mnggunakan benang gigi atau dental floss untuk membersihkan sisa makanan yang sulit dijangkau sikat.
Perhatikan juga pola makan. Hindari terlalu banyak makanan pedas, asam, atau gorengan yang bisa memperburuk iritasi pada mulut. Pastikan tubuhmu cukup cairan dan tidak dehidrasi, karena mulut yang kering cenderung lebih mudah mengalami luka.
Kalau kamu sedang stres atau merasa tertekan, carilah waktu untuk relaksasi. Ingat, stres yang tidak diatasi bisa berdampak langsung pada kesehatan mulutmu. Menjaga pikiran tetap tenang juga bagian dari perawatan tubuh secara menyeluruh, termasuk dalam hal mencegah sariawan dan gusi bengkak.