Kolaborasi bukan sekadar kerja sama dalam tim, tetapi menjadi kunci utama bagi perguruan tinggi untuk menjaga mutu pembelajaran yang konsisten. Semangat inilah yang diangkat Universitas Pertamina melalui kegiatan UPGRADING Dosen bertema “Merancang Sinergi Pengajaran antar Dosen dalam Program Studi” yang diselenggarakan pada 14 Oktober 2025 di Auditorium Griya Legita, Kampus Universitas Pertamina.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Direktorat Pendidikan tersebut menghadirkan Prof. dr. Diantha Soemantri, M.Med.Ed, Ph.D, Direktur Pengembangan Pendidikan Digital Universitas Indonesia, sebagai narasumber utama. Dalam sesi pemaparannya, Prof. Diantha menggarisbawahi bahwa keberhasilan proses belajar di perguruan tinggi tidak hanya bergantung pada kemampuan individu seorang dosen, tetapi juga pada sejauh mana kolaborasi antarpengajar dapat terjalin dengan baik di dalam program studi.
Menurut Prof. Diantha, penyelarasan kurikulum, metode, dan asesmen antar mata kuliah merupakan bagian penting dari sistem pembelajaran yang terintegrasi. Ia mencontohkan bahwa tanpa sinergi yang jelas, mahasiswa bisa mengalami tumpang tindih materi, bahkan kebingungan dalam memahami hubungan antar topik. Dengan kolaborasi, para dosen dapat saling memperkuat dan memastikan setiap mata kuliah berkontribusi terhadap capaian pembelajaran yang sama.
“Kita perlu berpindah dari pola pengajaran individual menuju pembelajaran yang berbasis kolaborasi. Setiap dosen perlu tahu di mana posisi mata kuliahnya dalam peta kurikulum, dan bagaimana perannya mendukung mata kuliah lain. Itulah makna sejati sinergi pengajaran,” jelas Prof. Diantha di hadapan 143 dosen peserta kegiatan.
Diskusi dalam kegiatan tersebut juga menyoroti bagaimana kolaborasi antar dosen dapat menjadi solusi untuk menciptakan pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan industri. Di era pendidikan modern yang bergerak cepat, pendekatan lintas disiplin dan kerja sama dalam pengajaran menjadi kebutuhan mendesak agar mahasiswa mampu berpikir holistik dan solutif.
Bagi Universitas Pertamina, semangat kolaboratif ini sejalan dengan visi institusi untuk membangun learning ecosystem yang saling mendukung. Melalui sinergi antar pengajar, universitas berupaya menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, bukan hanya berbasis teori, tetapi juga menekankan penerapan konsep dalam konteks nyata. Kolaborasi antardosen memungkinkan mahasiswa melihat keterkaitan antar ilmu, memahami persoalan dari berbagai sudut pandang, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis secara lebih mendalam.
Selain memperkuat kolaborasi pengajaran, kegiatan ini juga menjadi momen refleksi bagi para dosen untuk meninjau kembali keselarasan antara tujuan pembelajaran, strategi pengajaran, dan evaluasi capaian mahasiswa. Direktorat Pendidikan Universitas Pertamina pun mendorong setiap program studi untuk membangun forum kolaboratif internal, di mana dosen dapat berbagi rancangan pembelajaran, pengalaman mengajar, hingga strategi asesmen yang efektif.
Melalui pendekatan ini, diharapkan proses belajar di Universitas Pertamina tidak hanya berjalan lebih terstruktur, tetapi juga lebih fleksibel dan responsif terhadap perubahan kebutuhan pendidikan dan industri. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang tidak terputus meskipun diampu oleh dosen yang berbeda.
Kegiatan UPGRADING tersebut menjadi langkah konkret Universitas Pertamina dalam memperkuat budaya kolaboratif di kalangan dosen. Dengan semangat saling mendukung dan berbagi, para pengajar diharapkan mampu membangun sinergi yang kuat demi meningkatkan mutu pengajaran, serta menghadirkan pembelajaran yang konsisten, inspiratif, dan relevan dengan perkembangan zaman.