UPER Fasilitasi Pertemuan FPPGI 2026, Sepakati Konsep Bersama Capstone Design Pendidikan Geofisika Berbasis Akreditasi

Nailah · 27 Agt 2026 · 5 mnt

Kebutuhan industri yang terus berkembang membuat perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya mencetak lulusan yang menguasai teori, tetapi juga mampu mengintegrasikan ilmu dasar, pengetahuan teknis, teknologi, dan kemampuan memecahkan persoalan nyata secara utuh. Tantangan tersebut mendorong berbagai penyelenggara pendidikan Teknik Geofisika di Indonesia untuk terus menyelaraskan proses pembelajaran dengan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan di dunia profesional, sekaligus memastikan kesesuaiannya dengan standar akreditasi yang berlaku.

Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Pertamina mengambil peran penting dengan memfasilitasi pertemuan Forum Penyelenggara Pendidikan Geofisika Indonesia atau FPPGI 2026. Lewat lokakarya bertajuk “Capstone Design dan Basic Science dalam Perspektif Akreditasi LAM untuk Geofisika”, Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina bersama para penyelenggara pendidikan lain berkumpul untuk menyepakati konsep bersama mengenai implementasi Capstone Design sebagai bagian dari penguatan Outcome-Based Education yang berorientasi pada kriteria akreditasi.

Pertemuan berlangsung selama dua hari, tepatnya pada 23 hingga 24 Juli 2026, bertempat di Auditorium Griya Legita, Universitas Pertamina, dan dihadiri sekitar 50 peserta dari berbagai perguruan tinggi. Kehadiran para akademisi lintas institusi menunjukkan bahwa penyusunan konsep bersama terkait Capstone Design memang menjadi kebutuhan yang dirasakan secara luas oleh seluruh penyelenggara pendidikan Teknik Geofisika di Indonesia, bukan hanya oleh segelintir kampus.

Sebagai narasumber utama, forum menghadirkan Dr. Ir. Muhammad Burhannudinnur, M.Sc., IPU, ASEAN Eng., yang menjabat sebagai Wakil Rektor I Universitas Trisakti sekaligus dikenal luas sebagai Asesor LAM Teknik yang berpengalaman. Kepakarannya di bidang akreditasi menjadi bekal penting bagi peserta dalam memahami bagaimana konsep Capstone Design semestinya dirumuskan agar benar-benar selaras dengan kriteria penilaian lembaga akreditasi yang berlaku secara nasional.

Dalam pendidikan teknik, Capstone Design dipahami sebagai ruang belajar yang memungkinkan mahasiswa mengintegrasikan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh sepanjang masa studi ke dalam penyelesaian persoalan yang lebih komprehensif. Pendekatan tersebut dinilai semakin relevan bagi Teknik Geofisika, mengingat karakter keilmuannya yang multidisiplin serta erat kaitannya dengan pemanfaatan teknologi dalam memahami dan menyelesaikan berbagai persoalan kebumian yang kompleks.

Karena itu, pembahasan dalam forum tidak hanya berfokus pada soal keberadaan Capstone Design dalam kurikulum, tetapi juga bagaimana konsep tersebut dirancang agar selaras dengan capaian pembelajaran lulusan dan karakteristik keilmuan Teknik Geofisika secara menyeluruh. Selama dua hari pelaksanaan, peserta membahas sejumlah aspek penting, mulai dari definisi dan konsep dasar, tujuan penyelenggaraan dalam mendukung penerapan OBE, penentuan bobot satuan kredit semester, hingga penempatan mata kuliah yang tepat dalam struktur kurikulum.

Model implementasi yang sesuai dengan karakteristik masing-masing program studi serta kriteria akreditasi LAM Teknik juga menjadi bagian penting yang tidak luput dari diskusi. Pembahasan yang komprehensif tersebut dirasa perlu, mengingat penyelenggaraan pendidikan berbasis capaian tidak bisa berhenti hanya pada penyusunan dokumen kurikulum semata, melainkan membutuhkan keselarasan nyata antara proses pembelajaran, pengalaman mahasiswa, serta kompetensi akhir yang ingin dicapai sesuai standar akreditasi yang berlaku.

Dalam paparannya, Dr. Ir. Muhammad Burhannudinnur menyampaikan bahwa kesamaan persepsi antarpenyelenggara pendidikan menjadi kunci penting untuk memastikan implementasi Capstone Design berjalan sesuai tujuan pembelajaran dan kebutuhan pengembangan kompetensi lulusan. Ia menuturkan bahwa forum semacam FPPGI 2026 menjadi momentum strategis untuk menyatukan pandangan, memperkuat penerapan Outcome-Based Education, sekaligus mempersiapkan lulusan Teknik Geofisika yang siap menjawab tantangan industri dan memenuhi standar akreditasi baik nasional maupun internasional.

Nilai penting dari fasilitasi pertemuan ini juga tampak dari hasil konkret yang berhasil disepakati bersama. Ada dua capaian utama yang dihasilkan, yaitu kesepakatan mengenai konsep Capstone Design pada Program Studi Teknik Geofisika serta tersusunnya draft pedoman implementasi Capstone Design FPPGI yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi berbagai perguruan tinggi. Kesepakatan tersebut menjadi fondasi awal untuk membangun pemahaman yang lebih selaras mengenai penerapan Capstone Design di lingkungan pendidikan Teknik Geofisika secara nasional.

Sementara draft pedoman yang tersusun diharapkan menjadi pijakan untuk pembahasan lebih lanjut, mengingat setiap perguruan tinggi tentu memiliki karakteristik dan kebutuhan berbeda dalam menerapkan konsep tersebut sesuai kriteria akreditasi masing-masing. Upaya penyelarasan semacam ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus kompetensi lulusan Teknik Geofisika di Indonesia, tidak hanya dari sisi pemahaman konseptual, tetapi juga kemampuan analitis, integrasi pengetahuan, kolaborasi, dan pemecahan masalah yang relevan dengan kebutuhan profesi.

Bagi Universitas Pertamina, peran sebagai fasilitator pertemuan FPPGI 2026 dimaknai sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam membangun ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antarpenyelenggara pendidikan. Kehadiran forum semacam ini turut memperkuat posisi kampus sebagai ruang bertemunya gagasan dan praktik akademik untuk merespons perkembangan kebutuhan pendidikan teknik yang terus bertransformasi dari waktu ke waktu.

Melalui semangat UPER Berdampak, kontribusi tersebut diwujudkan lewat keterlibatan aktif dalam forum yang mendorong peningkatan mutu pendidikan Teknik Geofisika secara lebih luas. Langkah menyepakati konsep bersama dan menyusun pedoman implementasi Capstone Design menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan berbasis akreditasi bukan lagi agenda yang bisa dijalankan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas institusi untuk membangun ekosistem pendidikan yang semakin relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan industri.

Kegiatan tersebut turut sejalan dengan Asta Cita ke-4 yang menekankan penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, sains, teknologi, dan inovasi. Dilihat dari perspektif Sustainable Development Goals atau SDGs, forum ini mendukung SDG 4 tentang Quality Education melalui penguatan kualitas pembelajaran berbasis capaian kompetensi, sekaligus SDG 17 tentang Partnerships for the Goals lewat kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan Teknik Geofisika di seluruh Indonesia.

Komitmen terhadap standar akreditasi dan kualitas pembelajaran semacam ini tentu menjadi bekal berharga bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan tinggi di bidang keteknikan. Yuk, jangan tunda lagi untuk menjajaki peluangnya lewat Pendaftaran Universitas Pertamina dan mulai perjalanan menuju masa depan karier yang matang serta diakui secara luas.